
Dulu banget saya sangat tidak menyukai PARE alasannya sih klasik " PAHIT " , gak enak , dll . Bejibun alasan lainnya intinya no no PARE .
Akan tetapi lama kelamaan . Saya mengubah mindset saya untuk lebih menyukai sayuran pahit ini setelah tanpa sengaja membaca buku-buku tentang sayur PARE . Ternyata PARE punya begitu banyak manfaat lho beberapa diantaranya mengobati diabetes , mencegah pertumbuhan sel kanker , baik untuk sistem pencernaan , menangkal radikal bebas dll . Surely , Dibalik pahitnya pare ada ' hikmah' yang tersembunyi eh salah ' manfaat ' maksudnya he he .
Well , sejak saat itu saya terus mensugesti diri saya sendiri agar lebih menyukai pare , mengeyampingkan rasa pahit dan lebih mengejar manfaat/khasiat pare itu sendiri . Wow , ini perjuangan yang tak mudah lho . Pertama makan Ya Rabbi hampir ga ketelan dan cuma makan sedikit aja . Harap Maklum pemula he he he . Lama kelamaan porsinya nambah , nambah terus , terus dan terus . Sampai sekarang ehh keterusan jadi doyan makan pare . O ya , tips biar pahitnya sedikit hilang jangan sampai hilang beneran ya ntar sensasi parenya hilang plus manfaatnya takut ga kebagian juga hihihi . Sebelum diolah si pare setelah dipotong-potong dan dibuang bijinya diremas-remas dengan ditambahkan sejumput garam . Di remas- remas sampai keluar airnya . setelah itu baru dicuci bersih deh .
Si PARE siap diolah jadi masakan apa aja tergantung selera .

Eitts , hampir kelupaan ya . Jenis PARE yang saya olah ini jenis PARE GAJIH namanya secara Pare kan ada beberapa jenis nah jenis inilah yang paling banyak dikonsumsi katanya sich lebih enak untuk dimasak . Kalau saya sih alasannya milih pare jenis ini ya karena di pasar cuma nemuuin ini doang ha ha ha ya mau gimana lagi cuus beli aja. Udah ah cerita terus ntar malah ga jadi masak .
OK let's cooking yuuuuk .
OSENG PARE NYELEKIT
BAHAN :
Pare 500 gram
Bawang Merah 1 siung , diiris tipis
Bawang putih 1 siang , dirajang/cincang
Cabe rawit Merah besar 8 buah , iris agak besar
Cabe rawit merah besar 12 buah ulek halus / kalau lebih suka pedas bisa ditambah
Daun Bawang 1 batang , dirajang agak kasar
BUMBU :
1 setengah sendok teh saus tiram / setengah bungkus saus tiram sasetan
wijen sangrai 1/2 sendok teh
kaldu bubuk rasa sapi ( optional / boleh diskip )
garam secukupnya
merica bubuk 1/4 sendok teh / secukupnya aja ga usah banyak-banyak
Teri Palembang 50 gram bisa lebih / saya sejumput saja soalnya stoknya cuma segitu
Air secukupnya
Minyak secukupnya untuk menumis
CARA MEMBUAT :
1. panaskan minyak sayur , setelah panas masukkan bawang merah , bawang putih . Tumis sampai setengah matang
2. kemudian masukkan cabe ulek rawit merah
3. masukkan cabe rawit iris dan daun bawang . tumis hingga harum saja jangan sampai kering
4. kemudian masukkan teri palembang ( sebelumya ga usah digoreng dulu langsung cemplung aja ) .
5. masukkan pare tutup sebentar .
6. buka kembali tutupnya masukkan merica bubuk , kaldu rasa sapi , wijen sangrai , saus tiram , dan garam .
7. kalau agak kering bisa ditambah air sedikit aja .
8. tutup kembali masak hingga lembut dan berubah warna dan agak mengering , tes rasa .
8. setelah dirasa pas . Angkat . Dan siap disajikan
Bagi saya ini nyelekit banget dilidah , super duper penuh sensasi makannya apalagi kalau nasinya hangat , pedas , gurih nyoi nyoi gitu . hehehe
Selamat mencoba

0 komentar :
Posting Komentar